Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/09/2025) Balai POM di Tasikmalaya bersama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka Universitas Perjuangan Tasikmalaya menyelenggarakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui Penyebaran Informasi dengan tema Kontribusi “Saka POM dalam Upaya Mewujudkan Pangan Aman Bagi Masyarakat: Bersama Generasi Muda, Wujudkan Pangan Aman untuk Semua”. Kegiatan yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) anggota UKM Pramuka Universitas Perjuangan ini bertujuan untuk mengenalkan Badan POM dan Saka POM bagi anggota pramuka serta memberikan pengetahuan tentang keamanan pangan agar terhindar dari permasalahan gizi kronis untuk menurunkan prevalensi stunting dan mitigasi permasalahan akibat keracunan makanan.
Staf Balai POM di Tasikmalaya, Dwi Yogo Prasetyo dalam sambutannya menjelaskan kegiatan bahwa gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam pengawasan Obat dan Makanan melalui pengawasan Obat dan Makanan berbasis masyarakat. Oleh karena itu penting bagi angggota Pramuka untuk memiliki pengetahuan yang mumpuni terkait Obat dan Makanan yang aman. Selain itu, diharapkan setelah mengetahui tentang keamanan pangan dan Obat dan Makanan yang aman dapat diimplementasikan di komunitas dan kehidupan sehari-hari sehingga terbentuk generasi yang berdaya sehingga dapat berkontribusi dalam penurunan prevalensi stunting dan permasalahan akibat keracunan pangan.
Pembina UKM Pramuka Universitas Perjuangan, Hatma Heris Mahendra dalam pembukaan acara menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada Badan POM terhadap program Balai POM di Tasikmalaya bersama dengan UKM Pramuka Universitas Perjuangan. “Terima kasih kepada Balai POM di Tasikmalaya yang telah memberikan wadah kepada anggota Pramuka Universitas Perjungan yang tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kita semua dalam mewujudkan Pangan Aman di masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut kedepannya.” Tutut Hatma.
Pada pemaparan materi sesi pertama, narasumber Balai POM di Tasikmalaya, Dwi Yogo Prasetyo menyampaikan mengenai Mengenal Badan POM dan Saka POM. “Salah satu Misi dari Badan POM yaitu meningkatkan kapasitas masyarakat dibidang sediaan farmasi dan pangan olahan dengan mengembangkan kemitraan bersama seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, untuk menjalankan Misi tersebut Badan POM bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dengan membentuk Saka POM sebagai wadah pemberdayaan masyarakat melalui Gerakan pramuka. Diharapkan dengan adanya Saka POM ini dapat menjadi wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang pengawasan Obat dan Makanan yang dapat diterapkan pada diri, keluarga, lingkungan dan mengembangkan profesi, kewirausahaan dan kerelawanan.” Tutur Yogo.
Selanjutnya narasumber Balai POM di Tasikmalaya, Ghiza Fakhriati Syifa menyampaikan megenai Mengenal Nomor Izin Edar Pangan, Informasi Nilai Gizi dan BPOM Mobile. “Setiap pangan olahan yang diedarkan di Indonesia baik yang diproduksi dalam negeri atau diimpor dalam kemasan berlabel harus memiliki Izin Edar yang terdiri atas izin edar BPOM dan PIRT. Oleh karena itu, ketika kita akan membeli produk pangan olahan pastikan produk tersebut sudah memiliki Izin Edar baik Izin Edar BPOM ataupun PIRT. Kita dapat menggunakan aplikasi BPOM Mobile dan Cek SPP-IRT untuk mengecek legalitas produk. Selain itu, ketika membeli produk Pangan Olahan kita harus memerhatikan Informasi Nilai Gizi, terutama kandungan gula, lemak, dan garam. Pastikan selalu Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan tanggal Kedaluwarsa) ketika membeli Obat dan Makanan” Jelas Ghiza.
Narasumber Balai POM di Tasikmalaya, Fajar Sukma Perdana pada pemaparan terakhir menyampaikan materi tentang Stunting dan Keamanan Pangan. “Stunting adalah gangguan tumbuh dan perkembangan anak yang diakibatkan oleh gizi yang buruk dan infeksi berulang serta kekurangan stimulasi psikososial. Stunting merupakan isu penting yang harus segera diselesaikan karena akan berdampak panjang bagi perekonomian Indonesia. Karena dengan tingginya nilai stunting menyebabkan perkembangan obat menjadi tidak maksimal yang berdampak pada kualitas manusia dan produktifitas yang rendah sehingaa akan menyebabkan tingkat kesehatan dan ekonomi yang rendah. Oleh karena itu perbaikan gizi termasuk peningkatan keamanan pangan diharapkan dapat memutus mata rantai dampak stunting” Ucap Fajar.
Balai POM di Tasikmalaya senantiasa berkomitmen untuk mendukung program penanganan stunting melalui peningkatan keamanan pangan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Konsumsi Obat dan Makanan yang aman. Kolaborasi dengan Gerakan Pramuka diharapkan dapat membantu dalam penyebaran informasi terkait keamanan pangan serta pengawasan Obat dan Makanan di masyarakat. (DGP)