Badan Pengawas Obat dan Makanan mengimbau pelaku usaha dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan BPOM melalui pesan WhatsApp. Imbauan ini muncul setelah adanya pengaduan terkait permintaan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikirim melalui nomor tidak resmi. BPOM menegaskan bahwa masyarakat perlu berhati-hati agar tidak menjadi korban penyalahgunaan informasi.
BPOM meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak langsung merespons pesan yang meminta pembayaran atau mengatasnamakan layanan resmi. Jika menerima pesan mencurigakan, masyarakat disarankan segera menutup akses komunikasi dan memblokir nomor pengirim untuk mencegah interaksi lebih lanjut.
Permintaan pembayaran PNBP melalui WhatsApp yang tidak resmi berpotensi merugikan masyarakat dan pelaku usaha. Modus ini biasanya memanfaatkan identitas instansi untuk membangun kepercayaan dan mendorong korban melakukan transfer dana.
BPOM mengingatkan bahwa seluruh layanan dan informasi resmi terkait perizinan maupun pembayaran memiliki mekanisme yang jelas dan dapat diverifikasi. Masyarakat dianjurkan untuk memeriksa informasi melalui website resmi, kontak layanan, atau kanal pengaduan yang tersedia.
Selain meningkatkan kewaspadaan, BPOM juga mengajak masyarakat untuk melaporkan dugaan penipuan melalui kanal resmi. Pelaporan tersebut membantu proses penelusuran sekaligus mencegah penyebaran modus serupa kepada pihak lain.
Melalui edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan, BPOM berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap layanan resmi. Kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting dalam mencegah penipuan digital yang memanfaatkan nama institusi pemerintah.