Di era digital saat ini, iklan obat tradisional bertebaran dengan sangat masif di berbagai platform media sosial, sering kali dikemas dalam bentuk video ulasan atau testimoni yang sangat meyakinkan. Banyak masyarakat yang dengan mudah tergiur karena narasi pemasarannya dikonsep sedemikian rupa untuk menyentuh aspek emosional, menjanjikan jalan pintas menuju kesembuhan. Sayangnya, tidak semua informasi yang disajikan dalam konten visual digital tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara medis, sehingga konsumen dituntut untuk ekstra kritis dan hati-hati sebelum memutuskan untuk membeli.
Salah satu ciri utama iklan obat tradisional yang patut diwaspadai adalah penggunaan klaim khasiat yang terlalu bombastis atau berlebihan (overklaim). Sesuai dengan standar pengawasan obat bahan alam, sebuah produk herbal yang legal tidak diperbolehkan menggunakan kata-kata seperti "cespleng", "tokcer", atau mengklaim mampu menyembuhkan puluhan penyakit kronis sekaligus dalam waktu sekejap. Obat tradisional pada hakikatnya dirancang untuk memelihara kesehatan atau meredakan gejala secara holistik dan bertahap, bukan memberikan efek instan layaknya intervensi medis tingkat tinggi.
Bahaya terbesar dari mempercayai iklan dengan janji kesembuhan instan ini adalah tingginya risiko bahwa produk tersebut telah dicampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO) secara ilegal. Demi membuktikan klaim "cespleng" di dalam video iklannya, oknum produsen nakal sering kali menambahkan bahan kimia tanpa takaran dosis yang jelas ke dalam serbuk atau kapsul herbal. Mengonsumsi produk berkedok herbal namun mengandung bahan kimia ilegal ini sangat berbahaya dan dapat memicu kerusakan permanen pada organ vital tubuh, khususnya gagal ginjal dan kerusakan fungsi hati.
Sebagai langkah perlindungan mandiri, jadilah konsumen cerdas yang tidak mudah teperdaya oleh tren viral dengan senantiasa menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum bertransaksi. Pastikan produk yang diiklankan benar-benar memiliki nomor izin edar resmi, bukan sekadar nomor registrasi fiktif. Untuk memastikan keasliannya, biasakan untuk selalu mengecek legalitas produk secara real-time melalui aplikasi BPOM Mobile dari ponsel Anda, sehingga keamanan, mutu, dan khasiat produk yang dikonsumsi keluarga benar-benar terjamin.