Top 10 Obat Bahan Alam Ilegal di Marketplace 2025

02-03-2026 Umum Dilihat 108 kali

BPOM melakukan Patroli Siber di marketplace sepanjang tahun 2025 dan menemukan ribuan akun yang menjual produk ilegal. Adapun 10 produk obat bahan alam yang paling banyak beredar di marketplace yaitu :

1. Ramuan China Buah Merah Papua

   631.881 produk terjual

   Penjual terbanyak di Kabupaten Cilacap. Asal Produk dari Indonesia. Mengandung parasetamol & Kafein

2. Zudaifu

   369.029 produk terjual

   Penjual terbanyak di Jakarta Barat. Asal produk dari Tiongkok. Mengandung Clobetasol

3. Kapsul Jamu Pelangsing

    226.504 produk terjual

    Penjual terbanyak di Jakarta Barat. Asal Produk dari Indonesia

4. Jawara Kapsul

   157.380 produk terjual

   Penjual terbanyak di Kota Malang.Asal produk dari Indonesia. Mengandung Sildenafil sitrat & parasetamol

5. Samyun Wan Kapsul

   151.021 produk terjual

Penjual terbanyak dari Kabupaten tangerang. Asal produk dari tiongkok. Mengandung siproheptadin

6. NR New Rempah

   129.989 produk terjual

   Penjual terbanyak di Jakarta Utara. Asal produk dari Indonesia. Mengandung Parasetamol & Sibutramin

7. Kapsul Racikan Jamu Biji Angkak

   112.982 produk terjual

   Penjual terbanyak di Kabupaten Tangerang. Asal produk dari Indonesia

8. Fung She Gu Tong Wan

   109.119 produk terjual

   Penjual terbanyak di Jakarta Barat. Asal Produk dari Tiongkok. Mengandung deksametason,piroksikan, & prednison

9. Tawon Serbuk

   101.664 produk terjual

    Penjual terbanyak di Kabupaten Lamongan. Asal produk dari Indonesia. Mengandung piroksikam,parasetamol, & diklofenak

10. Jamu Gemuk Herbal Incess

     100.154 produk terjual

     Penjual terbanyak di Kota Balikpapan. Asal produk dari Indonesia

 

Obat Bahan Alam tersebut berbahaya karena mengandung bahan kimia obat.

Adapun Bahaya Obat Bahan Alam yang dicampur bahan kimia obat antara lain :

1. Tekanan darah tidak stabil

2. Serangan jantung

3. Kerusakan hati dan ginjal

4. Kematian

 

Tindak lanjut terhadap produk tersebut yaitu terhadap ribuan tautan penjual dari akun-akun tersebut telah di-takedown oleh Kementerian Komunikasi dan Digital serta Indonesian E- Commerce Association (idEA).

Sumber : @bpom_ri

Sarana