Sinergi pengawasan keamanan pangan dalam rangka NGULISIK dan JELANTIK di Kota Banjar dan Kab. Pangandaran

08-11-2024 Umum Dilihat 1330 kali

Kota Banjar dan Kab. Pangandaran – Rabu-Kamis (6-7/11/2024) Balai POM di Tasikmalaya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Dinas Kesehatan Kab. Pangandaran, melakukan pengawasan pangan melalui NGULISIK (Nguji nguriling BPOM Tasikmalaya) dan JELANTIK (Jemput Bola dan Pelayanan Balai POM di Tasikmalaya) di lingkungan sekitar Pasar Banjar, SMPN 1 Banjar, Pasar Cijulang dan Tempat wisata Batu Hiu. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka Revitalisasi Mobil Laboratorium Keliling.
 
Petugas melakukan sampling terhadap makanan olahan yang diduga mengandung bahan berbahaya, antara lain sekoteng, ikan teri, kerupuk melarat, agar-agar kering, sagu asem, mie basah, bakso, ketupat, tahu, berbagai macam kerupuk berwarna, awug, arumanis, pijer, pewarna naga berlian, pewarna flying horse pink, kue aci, dan pentol. Berdasarkan hasil pengujian cepat, terdapat 8 sampel yang mengandung rhodamin B, 1 sampel mengandung formalin sehingga Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
 
Sewaktu melakukan sampling, petugas juga melakukan sosialiasasi atau penyuluhan kepada pedagang terkait Informasi obat dan makanan melalui barcode dan Ayo Kenali Penyalahgunaan Bahan Kimia Berbahaya pada Pangan 
"Terdapat 4 (empat) bahan berbahaya yang tidak boleh digunakan dalam makanan namun masih sering dijumpai di masyarakat, yaitu Formalin, Boraks, Rhodamine b, dan Methanil Yellow." tutur Safitri.
 
Balai POM di Tasikmalaya terus berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran bahan berbahaya, khususnya pangan olahan dan pangan siap saji. Petugas menghimbau kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Untuk masyarakat agar selalu menjadi konsumen cerdas dengan bisa menyebarkan informasi seputar obat dan makanan dan  melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa) sebelum membeli dan mengkonsumsi pangan olahan. (SFT)

Sarana