Risiko Jangka Panjang Konsumsi Pangan Mengandung Bahan Berbahaya

31-03-2026 Balai POM di Tasikmalaya Dilihat 203 kali

Pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi dengan memperhatikan aspek keamanan dan mutu. Namun demikian, masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya pada pangan seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow yang digunakan secara ilegal untuk memperpanjang daya simpan, memperbaiki tekstur, maupun memberikan warna yang lebih menarik. Bahan-bahan tersebut bukan diperuntukkan untuk pangan dan dapat menimbulkan dampak kesehatan apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Penggunaan bahan berbahaya pada pangan umumnya ditemukan pada produk seperti mie basah, tahu, bakso, kerupuk, jajanan anak, serta berbagai pangan olahan lainnya.

Paparan bahan berbahaya dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius. Formalin diketahui dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan pencernaan serta berpotensi bersifat karsinogenik apabila terpapar dalam waktu lama. Boraks dapat memengaruhi fungsi ginjal, hati, dan sistem saraf, sedangkan pewarna tekstil seperti rhodamin B dan methanyl yellow dapat menyebabkan gangguan organ hingga meningkatkan risiko kanker. Selain faktor ekonomi dan kurangnya pengetahuan pelaku usaha, rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilih pangan aman juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan produk berbahaya masih beredar di pasaran. Oleh karena itu, pengawasan pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pangan dengan memperhatikan kondisi fisik produk, label, izin edar, serta membeli pangan dari sumber terpercaya. Konsumen juga perlu mewaspadai pangan yang memiliki warna terlalu mencolok, tekstur tidak wajar, atau daya simpan yang terlalu lama. Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan dan edukasi guna mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dan kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan keamanan pangan, diharapkan risiko kesehatan akibat konsumsi pangan berbahaya dapat diminimalkan demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan terlindungi.

Sarana