Kota Tasikmalaya – Dalam rangka memperingati Pekan Jamu 2026 sekaligus melestarikan warisan budaya kesehatan nusantara, Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Tasikmalaya menggelar aksi simpatik di Kompleks Olahraga Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (05/06/2026). Kegiatan ini diisi dengan pembagian jamu aman secara gratis serta pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang sering kali disalahgunakan dalam produk jamu.
Sasarannya adalah pengunjung Kompleks Dadaha yang sedang melakukan aktivitas olahraga pagi. Petugas Balai POM di Tasikmalaya secara aktif menghampiri warga untuk memberikan edukasi langsung, membagikan leaflet informatif, serta menyuguhkan sampel jamu tradisional yang dipastikan murni dan aman dari bahan berbahaya.
Kepala Balai POM di Tasikmalaya, Iltizam Nasrullah, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap produk jamu tradisional yang memberikan efek instan. Menurutnya, jamu yang aman murni berasal dari bahan alam dan tidak semestinya memberikan kesembuhan yang seketika layaknya obat kimia.
"Mengonsumsi jamu mengandung bahan kimia obat sangat berbahaya bagi tubuh karena dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti gagal ginjal, dan sebagainya. Mari kita lakukan Cek KLIK, Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan tanggal Kedaluwarsa saat membeli jamu," ujar Iltizam di sela-sela kegiatan.
Iltizam juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi saat ini telah memudahkan masyarakat untuk menyaring dan memastikan legalitas produk yang akan dikonsumsi. BPOM sendiri telah menyediakan kanal khusus untuk memantau produk-produk yang masuk dalam daftar peringatan publik (public warning).
"Informasi mengenai daftar jamu mengandung BKO juga dapat dilihat pada aplikasi BPOM E-Penjelasan Publik atau kanal-kanal resmi lainnya. Menjamu masa depan dengan jamu, mari kita lestarikan budaya warisan Indonesia," pungkasnya.
Melalui kegiatan Pekan Jamu ini, Balai POM di Tasikmalaya berharap kesadaran masyarakat Priangan Timur, khususnya Kota Tasikmalaya, semakin meningkat dalam memilih obat tradisional yang aman, bermutu, dan bermanfaat. Warga yang hadir pun menyambut baik kegiatan ini dan antusias melakukan konsultasi singkat terkait cara membedakan jamu legal dan ilegal menggunakan gawai mereka.
Balai POM di Tasikmalaya berkomitmen untuk terus mengawal keamanan obat tradisional dan melindungi masyarakat dari peredaran produk ilegal yang berisiko merusak kesehatan tubuh jangka panjang. (DYP)