Penanggulangan Food Loss dan Food Waste Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

24-02-2026 Umum Dilihat 498 kali

Upaya penanggulangan food loss dan food waste menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengurangan kehilangan dan pemborosan pangan tidak hanya berdampak pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, tetapi juga berkontribusi terhadap ketersediaan pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, timbulan food loss and waste di Indonesia pada periode 2000–2019 diperkirakan mencapai 23–48 juta ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya potensi pangan yang hilang pada rantai pasok, mulai dari produksi, panen, penyimpanan, distribusi, hingga konsumsi rumah tangga.

Food loss merupakan kehilangan pangan yang terjadi pada tahapan produksi hingga distribusi. Sementara food wasteadalah pangan yang masih layak konsumsi namun terbuang pada tingkat ritel, jasa makanan, maupun rumah tangga. Oleh karena itu, pengendalian kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus mendorong pengurangan pemborosan pangan melalui edukasi kepada masyarakat. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain merencanakan belanja sesuai kebutuhan, menyimpan pangan dengan benar, mengolah bahan pangan secara optimal, mengambil makanan secukupnya, serta memanfaatkan kembali pangan yang masih layak konsumsi secara aman.

Di tingkat hulu, penanggulangan food loss juga perlu didukung melalui penerapan penanganan pascapanen yang baik, peningkatan sarana penyimpanan, serta penguatan distribusi pangan. Sementara itu, pada tingkat rumah tangga, pengurangan food waste dapat dimulai dari perubahan perilaku konsumsi sehari-hari agar lebih bijak dan bertanggung jawab.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, upaya penanggulangan food loss dan food wastediharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Sarana