Kota Banjar, 29 April 2026 -Balai Pengawas Obat dan Makanan bersama Dinas Kesehatan Kota Banjar melakukan kegiatan Jelantik dan Ngulisik di Pasar Muktisari, Kota Banjar pada hari Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam memastikan keamanan pangan yang beredar di sekitar pasar, aman dari bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan . Kegiatan ini diawali dengan sampling pangan kepada beberapa pedagang kemudian dilanjutkan dengan pemberian edukasi mengenai bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, Cek KLIK, dan BPOM Mobile. Pada kesempatan tersebut petugas Balai POM di Tasikmalaya menyampaikan bahwa " agar selalu hati-hati terhadap 4 bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan antara lain formalin, boraks, rhodamin B dan methanil yellow karena jika dikonsumsi jangka panjang akan berisiko membahaya kesehatan" tutur nadya.
Hal lain yang dilakukan yaitu ditempelkan sticker QREduPOM ke beberapa lapak pedagang. Stiker tersebut dapat dipindai oleh masyarakat untuk mengakses berbagai informasi seputar obat dan makanan.
Kegiatan selanjutnya yaitu dilakukan pengujian terhadap sampel yang diambil menggunakan rapid test kit. Terhadap seluruh sampel yang diambil dan dilakukan pengujian, hasilnya menyatakan memenuhi syarat (MS) semua.
Balai POM di Tasikmalaya terus berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran bahan berbahaya, khususnya pangan olahan dan pangan siap saji. Petugas menghimbau kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Untuk masyarakat agar selalu menjadi konsumen cerdas dengan bisa menyebarkan informasi seputar obat dan makanan dan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa) sebelum membeli dan mengkonsumsi pangan olahan (NHP)