Pangan Aman Dimulai dari Kemasan: Jangan Abaikan Keamanan Wadah yang Bersentuhan dengan Makanan

29-09-2026 Umum Dilihat 53 kali

Ketika berbicara tentang pangan aman, perhatian masyarakat umumnya tertuju pada bahan makanan, kebersihan proses pengolahan, serta tanggal kedaluwarsa. Namun, ada satu hal yang tidak kalah penting dan sering luput diperhatikan, yaitu kemasan pangan.

Kemasan bukan sekadar pembungkus. Bahan kemasan yang bersentuhan langsung dengan pangan harus memenuhi persyaratan keamanan karena dalam kondisi tertentu dapat terjadi migrasi, yaitu perpindahan zat dari bahan kemasan ke dalam pangan. Oleh karena itu, keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dikonsumsi, tetapi juga oleh wadah yang digunakan untuk menyimpan dan menyajikannya.

Hal tersebut menjadi perhatian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui penerbitan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kemasan Pangan. Peraturan yang diundangkan pada 30 Juni 2026 tersebut menggantikan Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.

Migrasi dapat terjadi ketika zat tertentu dari bahan kemasan berpindah ke pangan. Besarnya perpindahan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain jenis bahan kemasan, karakteristik pangan, serta kondisi penggunaan.

Karena itu, penggunaan kemasan pangan perlu memperhatikan kesesuaian antara jenis wadah dan pangan yang akan disimpan. Kemasan yang aman untuk satu kondisi penggunaan belum tentu tepat digunakan untuk kondisi lainnya.

Bagaimana dengan Kemasan Guna Ulang?

Kebiasaan menggunakan kembali wadah merupakan bagian dari upaya mengurangi sampah. Namun, aspek keamanan tetap perlu diperhatikan.

Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2026 mengakomodasi penggunaan kemasan guna ulang (reusable packaging)maupun kemasan berbahan daur ulang (recycle packaging) sepanjang memenuhi persyaratan keamanan, termasuk batas migrasi dan ketentuan cara produksi yang baik.

Artinya, prinsip keberlanjutan dan keamanan pangan dapat berjalan bersama. Penggunaan kemasan guna ulang tidak berarti mengabaikan aspek keamanan, tetapi harus tetap memperhatikan bahwa kemasan tersebut memang dirancang dan memenuhi persyaratan untuk digunakan kembali.

 

Masyarakat dapat turut berperan dalam menjaga keamanan pangan dengan lebih memperhatikan kemasan yang digunakan. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pilih wadah yang memang diperuntukkan untuk pangan.
  • Perhatikan petunjuk penggunaan kemasan dari produsen.
  • Gunakan kemasan sesuai peruntukannya.
  • Hindari menggunakan wadah yang sudah rusak, berubah bentuk, atau mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan penggunaannya.
  • Jangan hanya melihat tampilan kemasan, tetapi perhatikan juga informasi penggunaan dan kesesuaiannya untuk pangan.
  • Untuk produk pangan kemasan, perhatikan kondisi kemasan sebelum membeli dan mengonsumsi produk.

Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Produsen bertanggung jawab memastikan kemasan yang digunakan memenuhi persyaratan keamanan, sementara konsumen dapat berperan dengan menggunakan dan memperlakukan kemasan sesuai peruntukannya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi pangan dan kemasan, pemahaman masyarakat juga perlu terus diperbarui. Pangan yang aman bukan hanya tentang makanan yang bersih dan berkualitas, tetapi juga tentang memastikan seluruh bagian yang bersentuhan dengan pangan memenuhi persyaratan keamanan.

Mari lebih cermat memilih dan menggunakan kemasan pangan. Karena menjaga keamanan pangan dapat dimulai dari hal sederhana: memperhatikan wadah tempat makanan kita disimpan.

 

Sarana