MP-ASI Fortifikasi Jadi Upaya Penting Cegah Stunting pada Anak

09-01-2026 Umum Dilihat 45 kali

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) fortifikasi sebagai upaya mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang optimal anak. Edukasi ini ditujukan kepada orang tua dan pengasuh bayi, terutama setelah anak memasuki usia enam bulan ketika kebutuhan gizinya meningkat dan tidak lagi cukup dipenuhi hanya dari ASI. MP-ASI fortifikasi dinilai penting karena diperkaya zat gizi mikro esensial seperti zat besi, zink, vitamin A, vitamin D, kalsium, asam folat, dan vitamin lainnya.

BPOM menjelaskan bahwa MP-ASI fortifikasi merupakan makanan pendamping ASI yang telah ditambahkan zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan baduta. Pemberian MP-ASI yang tepat dapat membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi sekaligus menurunkan risiko stunting pada anak. Selain itu, asupan gizi yang seimbang juga berperan penting dalam mendukung perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan fisik anak secara optimal.

Dalam penerapannya, masyarakat dapat memberikan MP-ASI rumahan yang ditambahkan mikronutrien seperti taburia maupun memilih MP-ASI fortifikasi pabrikan yang telah terdaftar di BPOM. Produk yang terdaftar BPOM telah melalui pengawasan keamanan, mutu, dan gizi sehingga lebih terjamin untuk dikonsumsi anak. Karena itu, orang tua diimbau lebih teliti dalam memilih produk pangan untuk bayi dan balita.

BPOM menekankan pentingnya memastikan MP-ASI yang diberikan aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan usia anak. Orang tua juga disarankan memperhatikan variasi makanan agar kebutuhan protein, vitamin, dan mineral anak dapat terpenuhi secara seimbang. Pola makan yang baik sejak dini dinilai menjadi salah satu kunci utama pencegahan stunting di Indonesia.

Melalui edukasi ini, BPOM berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi anak semakin meningkat. Dengan pemberian MP-ASI fortifikasi yang tepat dan aman, risiko stunting dapat ditekan sehingga anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang

 

Sarana