Menjamin Keamanan Pangan di Sarana Ritel: Langkah Awal dari Tahap Penerimaan

06-07-2026 Balai POM di Tasikmalaya Dilihat 64 kali

Keamanan pangan merupakan aspek krusial dalam operasional ritel, baik di hypermarket, supermarket, minimarket, maupun pasar tradisional. Untuk menjamin produk yang sampai ke tangan konsumen tetap aman dan bermutu, pelaku usaha ritel wajib menerapkan lima kunci keamanan pangan, yaitu: menerima pangan dengan aman, menyediakan sarana simpan dan pajang yang aman, menyimpan dan memajang pangan dengan aman, menjaga kebersihan, serta menjual pangan dengan aman.

Kunci pertama dan yang paling mendasar adalah "Terima Pangan dengan Aman". Tahap ini menjadi gerbang utama dalam sistem jaminan keamanan pangan. Pengelola ritel wajib menunjuk penanggung jawab khusus untuk mengawasi proses penerimaan barang dari pemasok. Tugas utama penanggung jawab ini meliputi penetapan jadwal pengiriman, memastikan hanya menerima pangan yang dipesan, serta mengawasi proses pembongkaran muatan, termasuk pencatatan waktu pembongkaran.

Selain pengawasan, pemilihan pemasok yang kredibel merupakan komponen vital dalam kunci pertama ini. Pemasok harus mampu menjamin kebersihan dan keamanan pangan, mulai dari tingkat budidaya bagi petani atau peternak hingga penanganan dan transportasi pangan yang baik. Kendaraan pengangkut harus dipastikan bersih, tidak digunakan untuk mengangkut bahan non-pangan yang dapat menyebabkan kontaminasi silang, dan dilengkapi dengan alat pengukur suhu khusus untuk pangan yang memerlukan kondisi dingin atau beku.

Lebih lanjut, penanggung jawab penerimaan harus proaktif memeriksa fisik pangan dan dokumen pengiriman/pembelian untuk memastikan kesesuaian dan legalitas produk, serta waspada terhadap potensi tindakan kejahatan seperti pemalsuan produk. Melalui penerapan standar penerimaan yang ketat, risiko masuknya cemaran fisik, kimia, maupun biologi ke dalam area ritel dapat diminimalisir secara efektif sebelum produk dipajang untuk konsumen.

Penerapan kelima kunci keamanan pangan secara konsisten tidak hanya melindungi konsumen dari risiko penyakit bawaan pangan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sarana ritel tersebut. Dengan komitmen pengelola dan pelaku usaha dalam menyediakan pangan yang aman, ritel dapat berperan aktif dalam mendukung kesehatan masyarakat dan keberlangsungan ekonomi lokal.

Sarana