Perkembangan informasi dan kemudahan akses perdagangan digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh berbagai produk obat dan makanan. Namun di tengah derasnya arus informasi tersebut, masyarakat juga dihadapkan pada tantangan berupa maraknya produk ilegal, klaim berlebihan, informasi menyesatkan, hingga peredaran produk yang tidak memenuhi ketentuan keamanan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi masyarakat dalam memilih dan mengonsumsi obat dan makanan yang aman. Literasi yang baik akan membantu masyarakat lebih kritis dalam mengenali produk legal, memahami informasi pada label, serta menghindari risiko penggunaan produk yang dapat membahayakan kesehatan.
Rendahnya literasi masyarakat dapat meningkatkan risiko konsumsi produk tanpa izin edar, obat tradisional mengandung bahan kimia obat, kosmetik berbahaya, maupun pangan yang mengandung bahan berbahaya. Selain itu, masyarakat juga masih mudah terpengaruh oleh promosi di media sosial, testimoni tidak ilmiah, dan klaim instan tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye “Cek KLIK”, yaitu cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat lebih cermat dalam memilih produk serta mampu melindungi diri dan keluarga dari risiko kesehatan akibat produk yang tidak aman.
Upaya peningkatan literasi keamanan obat dan makanan memerlukan peran bersama antara pemerintah, pelaku usaha, tenaga kesehatan, media, dan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk selalu membeli produk dari sumber terpercaya, membaca informasi pada kemasan, serta memanfaatkan layanan pengecekan izin edar secara resmi. Selain itu, penting untuk tidak mudah percaya pada klaim yang menjanjikan hasil instan tanpa dasar ilmiah yang jelas. Dengan meningkatnya kesadaran dan literasi masyarakat, diharapkan tercipta budaya konsumsi yang lebih aman, sehat, dan bertanggung jawab sehingga perlindungan kesehatan masyarakat dapat semakin optimal