Telur setengah matang, ayam yang belum matang sempurna, atau susu yang tidak dipasteurisasi dapat menjadi sumber bakteri Salmonella. Bakteri ini merupakan salah satu penyebab keracunan pangan yang paling sering dilaporkan di berbagai negara. Kontaminasi Salmonella tidak selalu dapat dikenali karena makanan yang tercemar biasanya tetap terlihat, berbau, dan terasa normal.
Bakteri Salmonella dapat ditemukan pada unggas, telur, daging, susu mentah, serta sayuran yang terkontaminasi. Penularan juga dapat terjadi melalui kontaminasi silang, misalnya ketika talenan atau pisau yang digunakan untuk memotong daging mentah dipakai kembali untuk makanan siap santap tanpa dicuci terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting untuk memisahkan bahan pangan mentah dan matang selama proses pengolahan.
Infeksi Salmonella umumnya menyebabkan diare, demam, sakit perut, mual, dan muntah. Gejala biasanya muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah mengonsumsi makanan yang tercemar. Sebagian besar penderita dapat pulih dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan, namun pada kelompok rentan infeksi dapat berkembang menjadi lebih serius. Untuk mencegahnya, pastikan makanan dimasak hingga matang, gunakan air bersih, hindari mengonsumsi telur atau susu mentah, dan selalu menjaga kebersihan selama mengolah makanan.