Pernahkah Anda mengalami diare setelah mengonsumsi makanan yang terlihat bersih? Salah satu penyebabnya dapat berasal dari bakteri Escherichia coli atau E. coli. Bakteri ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering kali tidak mengubah rasa, warna, maupun aroma makanan. Sebagian besar E. coli hidup secara alami di dalam usus manusia dan hewan serta tidak berbahaya. Namun, beberapa jenis E. coli dapat menyebabkan penyakit apabila mencemari makanan atau minuman.
Kontaminasi E. coli umumnya terjadi akibat kebersihan yang kurang terjaga selama proses pengolahan makanan. Bakteri ini dapat berpindah ke makanan melalui tangan yang tidak dicuci dengan sabun, penggunaan air yang tercemar, peralatan masak yang digunakan bergantian antara bahan mentah dan makanan siap santap, atau daging yang tidak dimasak hingga matang. Sayuran dan buah yang dicuci menggunakan air yang tidak bersih juga berpotensi menjadi media penyebaran bakteri ini.
Gejala infeksi E. coli meliputi diare, sakit perut, mual, muntah, dan terkadang demam. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat menjadi lebih serius, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan daya tahan tubuh yang lemah. Risiko tersebut dapat dicegah dengan menerapkan prinsip keamanan pangan, yaitu menjaga kebersihan tangan, menggunakan air bersih, memisahkan bahan pangan mentah dan matang, serta memasak makanan hingga matang sempurna.