Senin-Selasa (08-09/12/2025) Balai POM di Tasikmalaya bersama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya melakukan Ngulisik dan Jelantik melalui Revitalisasi Mobil Laboratorium Keliling di sekitar RSUD Dokter Soekardjo dan RS Prasetya Bunda. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pangan yang dijual di Masyarakat aman dari bahan-bahan yang berbahaya.
Petugas melakukan pengambilan contoh terhadap 25 produk yang diduga mengandung bahan berbahaya. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan kit pengujian cepat terhadap parameter Rhodamin B, Methanil Yellow, Boraks, Formalin, dan Arsen. Berdasarkan hasil pengujian dari 25 sampel produk yang diuji terdapat 1 produk yang positif mengandung boraks sedangkan 24 sampel produk lainnya negatif dari bahan berbahaya sehingga aman dikonsumsi.
Selain melakukan sampling, petugas juga memberikan penyuluhan kepada pedagang mengenai Bahan Berbahaya yang Sering Disalahgunakan dalam Pangan dan 5 Kunci Keamanan Pangan. "Bahan tambahan yang sering disalahgunakan ditambahkan pada pangan terdapat 4 bahan berbahaya diantaranya adalah Rhodamin B, Methanil Yellow, Boraks dan Formalin. Terdapat 5 Kunci keamanan pangan yang diantaranya antara lain jagalah kebersihan, pisahkan pangan matang dari pangan mentah, Masaklan dengan benar, jagalah pangan pada suhu aman, Gunakan air dan bahan baku yang aman”, tutur Fitri.
Balai POM di Tasikmalaya terus berkomitmen melindungi masyarakat dari peredaran bahan berbahaya, khususnya pangan olahan dan pangan siap saji. Petugas menghimbau kepada para pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Untuk masyarakat agar selalu menjadi konsumen cerdas dengan bisa menyebarkan informasi seputar obat dan makanan dan melakukan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluwarsa) sebelum membeli dan mengkonsumsi pangan olahan (SFT).