Kenapa Formalin dilarang?

12-06-2026 Umum Dilihat 323 kali

Formalin merupakan larutan kimia yang tidak berwarna, berbau sangat tajam menusuk hidung, larut dalam air dan mudah menguap pada suhu tinggi. Formalin mengandung campuran 37 % Formaldehide dan air serta tambahan methanol sebagai pengawet atau stabilisator.

Kenapa Formalin dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan?

Formalin biasanya digunakan sebagai desinfektan atau pembunuh hama, pengawet mayat dan banyak digunakan dalam industri seperti industri kosmetik untuk bahan pembuatan parfum dan pertanian untuk bahan pembuatan pupuk.

Pemanfaatan Formalin sebagai bahan tambahan pangan dilarang karena dapat menyebabkak gangguan Kesehatan.

Seperti apakah gangguannya?

Formalin yang terhirup ataupun terkontaminasi dalam makanan yang kita konsumsi dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh, dampaknya dapat bersifat jangka pendek dan jangka panjang.

· Dampak jangka pendek dapat menyebabkan iritasi mata, mual, muntah, rasa terbakar, pusing, sakit perut, kemerahan.

· Dampak jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh serta menyebabkan kanker.

Mengkonsumsi makanan yang mengandung Formalin dampak atau efek sampingnya terlihat setelah jangka panjang, karena terjadi akumulasi formalin dalam tubuh.

Setelah kita mengetahui dampak formalin bagi kesehatan, maka kita perlu tahu produk pangan yang mengadung formalin agar lebih selektif pada saat mengkonsumsinya. Produk pangan yang biasanya sengaja ditambahkan formalin yaitu tahu, mie basah, ikan basah, ikan asin, ayam potong.

Bagaimana ciri-ciri produk pangan yang sudah ditambahkan formalin?

Biasanya makanan yang ditambahkan formalin akan lebih awet, tahan berhari-hari, tidak mudah busuk atau basi dan akan menyebabkan makanan menjadi lebih kenyal serta tidak mudah hancur.

Setelah kita mengetahui bahayanya dan ciri-ciri produk pangan yang ditambahkan formalin, maka kita harus berhati-hati saat membeli produk pangan. Pada saat membeli makanan harus diperhatikan kondisi, aroma dan tekstur makanannya, apakah ada penambahan formalin.

Perlu diingat bahwa formalin bukan untuk bahan tambahan pangan, jadi masyarakat harus memilih pangan yang aman, sehat dan bebas bahan berbahaya.

“Jadilah cerdas dalam membeli dan mengkonsumsi makanan”

Formalin apabila terhirup dan  terkonsumsi secara langsung melalui makanan dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh.  Kejadian yang sering terjadi yaitu formalin digunakan sebagai pengawet bahan makanan.  Penambahan formalin dengan kadar yang cukup tinggi pada bahan makanan akan dapat bertahan lebih lama, dibanding dengan makanan tanpa pengawet.  Pada konsentrasi yang pekat, formalin berdampak  pada saluran pernafasan seperti iritasi, reaksi alergi, kulit terbakar, serta dapat menjadi pemicu terjadinya kanker golongan 1 (Enjelina & Erda, 2022). Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir di seluruh negara penggunaan formalin sebagai pengawet makanan dilarang keras, karena sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal bagi tubuh (Silvestre et al., 2020)

 

Sarana