Kehamilan dan masa menyusui merupakan periode penting yang membutuhkan perhatian terhadap kecukupan asupan gizi. Salah satu mineral yang perlu diperhatikan adalah kalsium, yang berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi, fungsi otot dan saraf, pembekuan darah, serta berbagai proses fisiologis lainnya.
Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kalsium dibutuhkan selama kehamilan untuk mendukung pembentukan tulang dan gigi janin sekaligus membantu menjaga kesehatan tulang ibu. Kalsium dapat diperoleh dari berbagai sumber pangan, antara lain susu dan produk olahannya, ikan, tahu, serta sayuran berwarna hijau tua.
Mengapa Kalsium Penting Saat Hamil?
Selama kehamilan, kebutuhan zat gizi meningkat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Kalsium menjadi salah satu mineral penting karena berperan dalam pembentukan struktur tulang dan gigi janin.
Kecukupan kalsium juga menjadi perhatian dalam kesehatan kehamilan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan suplementasi kalsium selama kehamilan pada populasi dengan asupan kalsium dari makanan yang rendah sebagai salah satu upaya untuk membantu menurunkan risiko preeklamsia dan komplikasinya.
Namun, suplementasi tidak berarti setiap ibu hamil harus mengonsumsi suplemen kalsium dalam jumlah tertentu secara mandiri. Kebutuhan dan penggunaan suplemen perlu disesuaikan dengan kondisi dan asupan masing-masing serta dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana dengan Ibu Menyusui?
Kebutuhan kalsium tetap perlu diperhatikan setelah melahirkan. Kalsium merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan ibu menyusui untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Kementerian Kesehatan mencantumkan adanya tambahan kebutuhan kalsium pada masa menyusui dan menganjurkan pola makan beragam dan bergizi seimbang.
Selain susu dan produk olahannya, beberapa pilihan pangan yang mengandung kalsium antara lain ikan tertentu yang dimakan bersama tulangnya, tahu, serta sayuran hijau. Pemilihan makanan yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan zat gizi ibu selama masa menyusui.
Kalsium tidak hanya diperoleh dari suplemen. Pangan merupakan salah satu sumber utama kalsium yang dapat dikonsumsi sehari-hari. NIH Office of Dietary Supplements menyebutkan susu, yoghurt, dan keju sebagai sumber kalsium, sementara beberapa jenis ikan dan sayuran juga dapat berkontribusi terhadap asupan kalsium. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui dianjurkan menerapkan pola makan beragam dengan memperhatikan kecukupan protein, vitamin, mineral, serta zat gizi lainnya.
Suplemen kalsium dapat diperlukan dalam kondisi tertentu, tetapi penggunaannya sebaiknya berdasarkan anjuran dokter atau tenaga kesehatan. Konsumsi suplemen secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena kebutuhan setiap orang dapat berbeda.
Yuk, penuhi kebutuhan kalsium melalui pangan bergizi seimbang dan gunakan suplemen secara bijak sesuai anjuran tenaga kesehatan. Ibu sehat, si kecil pun tumbuh dan berkembang secara optimal.