Dalam keamanan pangan kita mengenal sanitasi dan hygiene, yang merupakan aspek penting untuk mencegah kontaminasi pangan, baik yang berasal dari bahaya biologis, kimia maupun fisik. Higiene pangan dapat dipahami sebagai serangkaian praktik untuk memastikan pengelolaan, penyimpanan dan penyajian pangan ditangani dengan bersih. Seperti mencuci tangan sebelum mengolah bahan pangan, menggunakan peralatan makan yang bersih serta menghindari kontak langsung dengan sumber kontaminasi.
Sedangkan sanitasi pangan lebih menekankan pada system pengendalian lingkungan serta fasilitas agar pangan tetap aman di konsumsi, seperti pengaturan ventilasi. Kebersihan lantai, pengelolaan limbah dan kualitas air yang digunakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hygiene berfokus pada perilaku individu dan sanitasi pada aspek fasilitas dan lingkungan. Higiene yang baik maka praktik sanitasi akan efektif sehingga keamanan pangan akan terjamin. Dengan menerapkan kedua aspek tersebut maka akan tercapai standar keamanan pangan yang optimal.
Penerapan hygiene dan sanitasi pada penanganan pangan yang baik juga dapat mempengaruhi kesehatan kita. Penerapan praktik keamanan pangan yang tidak memadai, seperti penyimpanan makanan pada suhu yang tidak sesuai, penggunaan air yang terkontaminasi, serta kurangnya kebersihan individu yang menangani pangan, dapat meningkatkan risiko terjadinya kontaminasi dan membahayakan keamanan pangan. Pada skala besar, industri pangan seperti pangan siap saji, pangan beku, dan pangan olahan perlu menerapkan higiene dan sanitasi yang lebih ketat karena risiko terjadinya kontaminasi semakin tinggi. Terlebih dengan rantai distribusi yang panjang, produk pangan membutuhkan waktu penyimpanan dan penanganan yang lebih lama dibandingkan dengan pengolahan pangan dalam skala rumah tangga. Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya kontaminasi apabila kebersihan, suhu penyimpanan, proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi tidak dilakukan sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Oleh karena itu, penerapan higiene dan sanitasi yang baik pada setiap tahapan rantai pangan menjadi hal yang penting untuk menjaga mutu dan keamanan pangan hingga sampai ke tangan konsumen.
Pada akhirnya, kesadaran konsumen atau masyarakat dalam memahami pentingnya higiene dan sanitasi pangan akan mendorong mereka untuk lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi produk pangan. Edukasi keamanan pangan menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem higiene dan sanitasi pangan yang baik. Kampanye keamanan pangan, baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui berbagai media, memiliki kontribusi besar dalam membentuk pengetahuan, kesadaran, dan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan pangan. Dengan pengetahuan yang memadai, konsumen tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan melalui pilihan produk yang aman serta penerapan perilaku higiene dan sanitasi dalam kehidupan sehari-hari.