Menggunakan kembali minyak goreng setelah memasak (minyak jelantah) sudah menjadi kebiasaan umum di dapur rumah tangga. Namun, di balik penghematan tersebut, ada risiko kesehatan yang mengintai jika kita tidak memahami batas aman penggunaannya. Yuk lebih jeli dalam menjaga kualitas minyak goreng demi kesehatan keluarga.
Bolehkah Menggunakan Minyak Goreng Berulang Kali?
Pada dasarnya, menggunakan kembali minyak goreng sisa memasak masih diperbolehkan, asalkan kualitas minyak tersebut tetap terjaga dan tidak digunakan secara berlebihan. Namun, masyarakat perlu waspada karena pemanasan berulang dapat memicu proses oksidasi.
Oksidasi adalah proses kerusakan minyak akibat suhu tinggi dan paparan udara. Proses ini menghasilkan senyawa berbahaya seperti peroksida dan aldehida. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang, minyak yang sudah rusak dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti:
-
Peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL).
-
Penumpukan lemak dalam tubuh.
-
Gangguan sistem metabolisme.
Tanda-Tanda Minyak Goreng Harus Segera Diganti
Segera membuang minyak goreng dan menggantinya dengan yang baru jika menemukan tanda-tanda berikut:
-
Warna Sangat Gelap: Perubahan warna dari kuning jernih menjadi cokelat tua atau hitam.
-
Bau Tengik: Muncul aroma tidak sedap yang tajam.
-
Cepat Berasap: Minyak lebih cepat berasap meskipun saat dipanaskan.
- Tekstur Kental: Minyak terlihat lebih kental.
Tips Penggunaan Minyak Goreng yang Aman
Agar pangan yang kita sajikan tetap sehat, berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah:
-
Maksimal 2-3 Kali Pakai: Batasi penggunaan minyak goreng hanya untuk 2 hingga 3 kali penggorengan.
-
Saring Sisa Makanan: Segera saring remah-remah atau sisa tepung setelah menggoreng agar tidak menjadi arang yang mempercepat kerusakan minyak.
-
Jangan Campur Minyak: Hindari kebiasaan mencampur minyak lama dengan minyak yang baru.
-
Gunakan Suhu Sedang: Memasak dengan api sedang dapat membantu menjaga stabilitas.
Peduli Lingkungan: Kelola Minyak Jelantah dengan Bijak
Selain kesehatan, kita juga harus peduli pada lingkungan. Minyak bekas pakai sangat dilarang dibuang ke saluran air karena dapat menyumbat drainase dan mencemari ekosistem air. Masyarakat disarankan untuk menyimpan minyak jelantah dalam wadah tertutup dan menyalurkannya ke lembaga atau komunitas pengelola minyak jelantah untuk didaur ulang menjadi produk yang lebih bermanfaat seperti biodiesel.
Kebiasaan kecil di dapur adalah langkah besar untuk menjaga keamanan pangan keluarga. Mari wujudkan masyarakat yang sehat dengan menjadi konsumen yang cerdas!
Sumber :
Instagram @pmpupangan.bpom
https://www.instagram.com/pmpupangan.bpom/p/DYMVxOwkX1U/