Kota Tasikmalaya - Balai POM di Tasikmalaya melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui Penyebaran Informasi dengan tema Pangan Aman untuk Anak Sehat dan Terbebas dari Stunting bertempat di Hotel Cordela, Senin (04/03/2024). Kegiatan yang diikuti oleh 40 ibu hamil dan menyusui ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya keamanan pangan yang mendukung perubahan pola dan perilaku masyarakat dalam memberikan gizi yang baik sebagai upaya untuk mencegah terjadinya risiko stunting pada anak.
Staf Balai POM di Tasikmalaya, Dwi Yogo Prasetyo dalam sambutannya menjelaskan bahwa stunting saat ini menjadi isu prioritas nasional yang harus ditindaklanjuti segera. Stunting merupakan penyakit gizi kronis yang berdampak dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini, dapat dicegah dengan berbagai hal agar tumbuh kembang anak menjadi optimal.
Pada pemaparan materi sesi pertama, narasumber PPKBP3A, Ditta Septikawati menyampaikan mengenai bahaya stunting pada anak dan kesehatan ibu. “Kehamilan pada usia kurang dari 16 tahun dan diatas 35 tahun, juga kehamilan yang tidak berjarak akan meningkatkan resiko stunting. Selain itu, kurangnya asupan gizi selama hamil dan kebutuhan gizi anak yang tidak tercukupi juga menjadi faktor penyebab terjadinya stunting.” Tutur Ditta.
Selanjutnya narasumber Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Heti Purwaningsih menyampaikan megenai pencengahan stunting dan cara mengatasi anak yang terkena stunting. “Stunting dapat dicegah sejak dini dengan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri sehingga resiko anemia dapat berkurang. Selain itu, ibu hamil disarankan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani guna meningkatkan pembentukan sel darah merah dan hemoglobin.” Jelas Heti.
Narasumber Balai POM di Tasikmalaya, Safitri pada pemaparan sesu pertama menyampaikan lima kunci keamanan pangan untuk keluarga. “Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam kunci keamanan pangan adalah senantia memisahkan pengolahan pangan mentah dan pangan matang sehingga meminimalisir kontaminasi silang, menjaga suhu produk rantai dingin produk pangan saat berbelanja guna menghindari keracunan yang diakibatkan pangan yang terkontaminasi mikroorganisme, dan senantiasa menjaga kebersihan saat mengolah pangan.” Ucap Safitri.
Pada Pemaparan materi sesi kedua, narasumber Balai POM di Tasikmalaya, Kintan Pradita Putri memaparkan mengenai pangan fortifikasi dan penggunaan aplikasi BPOM Mobile. “Terdapat Fortifikasi merupakan penambahan sejumlah zat gizi dalam produk pangan untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien bagi tubuh, seperti iodium pada garam dapur dan vitamin A pada minyak goreng sawit. Bagi masyarakat yang ingin membeli produk pangan olahan diharapkan menerapkan Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Ijin, Edar, dan Tanggal Kedaluarsa). Masyarakat dapat memanfaatkan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan produk yang dibeli telah memiliki nomor ijin edar BPOM.” jelas Kintan.
Balai POM di Tasikmalaya senantiasa berkomitmen untuk mendukung penurunan angka stunting melalui penyebaran informasi secara berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya Ibu hamil dan Ibu menyusui mengenai stunting dan cara pencegahannya. (KPP)