Dukung Gerakan Net-Zero Carbon Programme, Balai POM di Tasikmalaya Tanam 2000 Mangrove

02-11-2023 Balai POM di Tasikmalaya Dilihat 1482 kali

Pangandaran ­- Balai POM di Tasikmalaya berkolaborasi dengan Balai POM di Bogor mendukung Net-Zero Carbon Programme dengan berkontribusi melakukan penanaman 2000 tanaman mangrove di Jembatan Wiradinata Rangga Jipang (Selasa, 31/10/2023). Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Pemerintah Kecataman Sidamulih, Pemerintah Desa Sukaresik, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia cabang Kabupaten Pangandaran, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia cabang Kabupaten Pangandaran.

Kepala Balai POM di Tasikmalaya, Jeffeta Pradeko Putra dalam sambutannya menyampaikan kegiatan penanaman ini diluncurkan untuk mendorong tanggung jawab sosial dan lingkungan pelaku usaha obat dan makanan di Indonesia. “Pelaku usaha mempunyai tanggungjawab bukan hanya untuk menghasilkan produk tetapi juga memikirkan limbah yang dihasilkan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu hal yang dapat meningkatkan permukaan laut adalah abrasi yang terjadi di pesisir pantai. Oleh karena itu, BPOM menginisiasi kegiatan BPOM Net-Zero Carbon Programme yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi tingkat abrasi khususnya di wilayah pantai di area Jembatan Wiradinata Rangga Jipang ini. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjaga kelestarian hutan mangrove di Kabupaten Pangandaran.” Ujar Jeffeta.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan menyambut baik kegiatan ini. “Terimakasih kepada BPOM atas kegiatan yang diselenggarakan ini, Pangandaran memiliki panjang pantai sepanjang 91 km dan terdapat beberapa titik yang merupakan titik pendaratan penyu salah satunya di tempat ini, tentunya dengan adanya tanaman mangrove dapat memberikan keamanan bagi penyu dalam bertelur dari predator alami dan manusia. Semoga kedepannya akan lebih banyak bantuan dan kolaborasi dari Balai POM di Tasikmalaya” Ujar Trisno.

Dalam kesempatan yang sama, Trisno juga menyampaikan beberapa manfaat terkait tanaman mangrove, “Mangrove merupakan tanaman spesifik yang hidup di daerah payau. Ada tiga manfaat tanaman mangrove, pertama mangrove merupakan tempat berkembangnya biota laut terutama kepiting dan udang sehingga nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, selanjutnya mangrove merupakan vegetasi alami pinggir pantai yang dapat menahan gelombang air laut, dan mangrove merupakan salah satu tanaman penghasil oksigen terbesar.” Lanjut Trisno.

“Salah satu wilayah yang terdampak tsunami 2006 yang cukup parah yaitu daerah jembatan Wiradinata Rangga Jipang dan hingga sekarang belum sepenuhnya pulih, sehingga kami selaku taruna siaga bencana sangat menyambut kerjasama yang positif ini” ujar Nana selaku ketua Tagana.

Diharapkan setelah kegiatan ini terjalin kerjasama yang baik antara BPOM, Pemerintah Kabupaten Pangandaran dan Organisasi Profesi Terkait khususnya dalam upaya pelestarian lingkungan. Selain itu juga agar dapat melestarikan pesisir pantai Pangandaran dari bahaya abrasi. (KPP)

Sarana