BPOM Perketat Farmakovigilans dengan meluncurkan Platform Digital e-MESO 2.0

06-05-2026 Umum Dilihat 216 kali

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem Farmakovigilans sebagai upaya strategis untuk menjamin keamanan obat yang beredar dan dikonsumsi masyarakat. Pengawasan obat tidak berhenti pada saat izin edar beredar, melainkan berlanjut secara intensif ketika obat digunakan secara luas oleh masyarakat.

Kepala Badan POM menyampaikan bahwa penguatan farmakovigilans menjadi kebutuhan mendesak ditengah meningkatnya kompleksitas penggunaan terapi dan dinamika sistem kesehatan.  Farmakovigilans menjadi sistem pengawasan yang dapat mendeteksi dini resiko akibat efek samping obat, sehingga farmakovigilans tidak hanya dipandang sebagai suatu regulasi.

Selain melindungi masyarakat, penguatan sistem farmakovigilans juga menjadi bagian dari upaya memenuhi standar internasional, termasuk dalam mendukung pencapaian pengakuan sebagai World Health Organization Listed Authority (WLA).

 

BPOM juga mencermati masih rendahnya tingkat pelaporan efek samping obat, di mana kondisi ini dapat menghambat deteksi dini terhadap potensi resiko keamanan obat. Untuk itu BPOM mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun dan mengimplementasikan farmakovigilans serta menyampaikan laporan secara berkala. Demikian juga BPOM mengharapkan masyarakat untuk ikut serta berperan aktif melaporkan efek samping pada saat menggunakan atau mengkonsumsi obat sehingga laporan yang ada dapat digunakan sebagai basis data dalam menetapkan langkah pengawasan dan kebijakan.

Sebagai bentuk penguatan sistem Farmakovigilans BPOM telah melakukan pembaharuan sistem pelaporan dengan meluncurkan sistem e-MESO 2.0 yang dirancang  lebih mudah di akses dalam penggunaannya. Upaya perubahan ini juga didukung dengan melakukan edukasi publik, termasuk menyediakan buku saku pelaporan efek samping obat.

BPOM menegaskan bahwa upaya penguatan Farmakovigilans merupakan upaya integral untuk menjaga kepercayaan publik karena kemanan obat adalah tanggung jawab semua pihak

Sarana