Ciamis (05/02/2026)
Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terkait keamanan pangan dan pencegahan stunting, Balai POM di Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bagi masyarakat di wilayah kerja. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
Kegiatan KIE difokuskan pada penguatan pemahaman mengenai gizi seimbang, Informasi Nilai Gizi pada label pangan olahan, keamanan pangan rumah tangga, serta penerapan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk Obat dan Makanan. Materi ini dinilai penting mengingat masih ditemukannya praktik konsumsi yang belum sepenuhnya memperhatikan aspek keamanan dan kecukupan gizi, yang dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan keluarga.
Dalam sesi pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan kecukupan asupan gizi, tetapi juga dengan keamanan pangan dan ketepatan pemilihan produk yang dikonsumsi. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan menjadi fase krusial yang menentukan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, peningkatan literasi masyarakat, khususnya ibu dan keluarga, menjadi kunci dalam membangun generasi yang sehat dan berkualitas.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab, terutama terkait cara membaca label pangan olahan dan memastikan legalitas produk melalui izin edar.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, tingkat efektivitas pelaksanaan KIE berada dalam kategori efektif. Peserta menyatakan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sehari-hari dan mudah dipahami. Informasi mengenai Cek KLIK dan pencegahan stunting melalui keamanan pangan menjadi materi yang paling banyak diingat peserta, menunjukkan bahwa pendekatan aplikatif memberikan dampak yang lebih kuat dalam meningkatkan pemahaman.
Melalui kegiatan ini, Balai POM di Tasikmalaya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya memilih dan mengonsumsi produk Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan bergizi. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku positif serta berkontribusi nyata dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja.