Tasikmalaya, 6 Agustus 2026 – Balai POM di Tasikmalaya terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya melalui peningkatan kapasitas kader yang berperan dalam memberikan edukasi keamanan pangan kepada penerima manfaat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis Training of Trainer (ToT) Kader Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan bagi Penerima Manfaat MBG yang dilaksanakan pada 6 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan kader dalam menerapkan serta mengedukasi prinsip keamanan pangan di lingkungan sekolah dan posyandu sebagai kelompok sasaran Program MBG.
Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Rajapolah, Puskesmas Rajapolah, serta calon Kader Keamanan Pangan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami aspek keamanan pangan, tetapi juga mampu menjadi trainer atau penggerak edukasi yang dapat menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada masyarakat dan penerima manfaat di wilayah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan pemaparan pedoman pelaksanaan Program Edukasi Pembudayaan Keamanan Pangan di sekolah dan posyandu. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai peran dan mekanisme pelaksanaan edukasi keamanan pangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memastikan pangan yang dikonsumsi oleh penerima manfaat MBG tetap aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan.
Selanjutnya, peserta mendapatkan sejumlah materi yang mendukung pelaksanaan tugas kader. Materi pertama membahas “5 Langkah Pasti MBG” sebagai panduan praktis dalam menerapkan prinsip keamanan pangan dalam rangkaian pelaksanaan MBG. Peserta juga dibekali kemampuan membaca Informasi Nilai Gizi (ING) sehingga dapat memahami informasi kandungan gizi yang tercantum pada pangan dan menggunakannya sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih pangan yang tepat. Selain itu peserta diberikan materi terkait Panduan Penerimaan MBG, Tata Kelola MBG serta tata cara evaluasi dampak dan pengambilan data siswa.
Melalui kegiatan Training of Trainer ini, Balai POM di Tasikmalaya berharap terbentuk kader-kader keamanan pangan yang memiliki kompetensi dan mampu menjadi penggerak di lingkungan sekolah dan posyandu. Keberadaan kader diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi serta mendorong terbentuknya perilaku keamanan pangan yang konsisten di tengah masyarakat.
Pembudayaan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, sinergi antara Balai POM di Tasikmalaya, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, satuan pendidikan, kader, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan Program MBG tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pemenuhan gizi, tetapi juga menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi oleh penerima manfaat aman, bermutu, dan bergizi.